Kamis, 02 Agustus 2012

MEDIA KULTUR JARINGAN

Pendahuluan
Perkembangan yang sangat pesat tentang media nutrisi untuk pertumbuhan sel tanaman dimulai sejak tahun 1960-an dan 1970-an. Nutrisi dasar untuk kultur sel tanaman pada dasarnya mirip dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri.  Namun, variasi  komposisi nutrisi tergantung pada  sel-sel, jaringan-jaring, organ-organ dan protoplasma serta jenis tanaman yang akan dikulturkan. Sebelum pembuatan nutrisi  media, satu hal yang sangat penting untuk diketahui terlebih dahulu adalah mengetahui tipe kultur yang mana yang akan digunakan, misalnya: kalus, sel, organ atau protoplas yang akan diteliti serta tujuan akhir dari penelitian tersebut. Tipe kultur yang berbeda akan mempunyai satu atau lebih komposisi  media yang unik.
Keberhasilan dalam penggunaan metode kultur jaringan, sangat bergantung pada media yang digunakan. Media kultur jaringan tanaman menyediakan tidak hanya unsur hara makro dan mikro, tetapi  sumber karbohidrat yang pada umumnya berupa gula menggantikan karbon yang biasanya dihasilkan dari atmosfer melalui melalui proses fotosintesis.
            Hasil yang lebih baik dapat dijangkau/ diperoleh, bila ke dalam media tersebut ditambahkan vitamin-vitamin, asam amino solid dan zat pengatur tubuh. Walaupun sudah diusahakan untuk menghindarkan penggunaan komponen-komponen yang tidak jelas (komponennya) seperti juice buah-buahan dan tauge, air kelapa, yeast exstracts dan casein hydrolysate, tetapi kadang-kadang kita bisa memperoleh hasil yang lebih tinggi dengan penambahan tersebut. Sebagai contoh, air kelapa masih sering digunakan di laboratorium-laboratorium penelitian, sedangkan pisang masih merupakan komponen tambahan yang sangat popular pada media anggrek.

Fasilitas dan Peralatan Yang Digunakan Dalam Pembuatan Media Kultur Jaringan

Peralatan yang digunakan untuk pembuatan media antara lain, adalah:
  1. Autoklaf atau dandang presto.
  2. Timbangan analitik digital.
  3. Kertas tissue, aluminium foil, plastik wrap, kertas wrap, label.
  4. Peralatan gelas untuk kultur jaringan tanaman, antara lain: botol kultur, gelas piala, erlenmeyer, cawan petri, gelas arloji, gelas pengaduk, gelas ukur, labu ukur, pipet dan lain-lain.
  5. Desikator.
  6. Unit filter disponsible.
  7. Kulkas dan freezer.
  8. Magnetik stirrer yang dilengkapi dengan hot plate.
  9. Microwave, oven atau kompor gas.
  10. Trolley atau rak dorong,
  11. pH meter atau pH stick.
  12. Vortek.
  13. Sumber air (Air sumur atau PDAM) dan sumber arus listrik.
  14. Water bath yang dilengkapi pengontrol temperatur.

Persiapan Membuat Larutan Dalam Satuan (Unit)

Konsentrasi dari satu substrat tertentu dalam media dapat digambarkan  dalam variasi satuan (unit)  adalah sebagai berikut ini:

Satuan Berat digambarkan sebagai milligram per liter (mg/l atau dapat ditulis sebagai mgL-1.
10-6 = 1,0 mg/l atau 1 part per million (ppm) atau seper juta bagian.
10-7 = 0,1 mg/l
10-9 = 0,001 mg/l atau µg/l

Satuan Konsentrasi.
Satu molar larutan (M) suatu senyawa sama dengan massa molekul dalam gram per liter.
1 molar (M) =  massa molekul dalam g/l.
1 mM          = massa molekul dalam  mg/l atau 10-3 M.
1 µM           = massa molekul dalam µg/l atau  10-6 M atau 10-3 mM.

Konversi dari mili molar (mM) ke mg/l.
Sebagai contoh, massa molekul auxin : 2,4 D = 221,0.
1 M     larutan  2,4 D berisi 221,0 g/l.
1 mM  larutan 2,4 D berisi 0,221 g/l  = 221,0 mg/l
1 µM   larutan 2,4 D berisi 0,000221 g/l  =  0,221 mg/l

Konversi dari mg/l  ke mili molar (mM)
Massa molekul CaCl2. 2H2O = 40.08 + 2 x 35..453 + 4 x 1.008 + 2 x 16 = 147.018
Massa atom: Ca =  40.08 ;  Cl =  35..453 ;  H = 1.008;  O = 16
Jika  440 mg/l CaCl2. 2H2O akan di konversikan ke nM, maka:

Jumlah mg dari CaCl2. 2H2O
Jumlah mM CaCl2. 2H2O   = 
Massa molekul dari CaCl2. 2H2O    

       440
=                       
   147.018

=   2.99 mM

Jadi 440 mg/l CaCl2. 2H2O = 2.99 mM.

Komposisi Media Kultur Jaringan
Unsur hara di dalam media kultur tersusun atas beberapa komponen, sebagai berikut :
1.       Hara makro yang digunakan pada semua formulasi media kultur.
2.       Hara mikro selalu digunakan. Ada beberapa komposisi media yang hanya menggunakan besi atau besi-kelat.
3.      Vitamin-vitamin dan asam-asam amino serta N organik, umumnya ditambahkan dalam jumlah yang bervariasi.
4.       Sumber energi  dan karbon berupa gula, merupakan keharusan, kecuali untuk tujuan yang sangat khusus.
5.      Persenyawaan-persenyawaan organik kompleks alamiah seperti: air kelapa, ekstrak ragi (yeast extract), juice pisang hijau, tauge, nanas, kentang dan sebagainya.
6.      Zat Pengatur Tumbuh (ZPT): ada beberapa jenis, antara lain: auxin, sitokinin, geberelin, asam absisat, etilin dan sebagainya.  ZPT merupakan komponen penting dalam media kultur jaringan. Jenis dan konsentrasi ZPT yang digunakan sangat tergantung pada jenis taman dan tujuan dari kultur tersebut.
7.      Buffer (chelating agent).
8.      Bahan Pemadat. Bahan ini digunakan untuk membuat media padat, yang biasa digunakan adalah agar.
9.      Arang aktif, berfungsi untuk menyerap senyawa toxic yang dihasilkan oleh eksplan sebagai anti oxidan juga sering digunakan untuk memacu pertumbuhan akar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar